Senin, 19 Maret 2018

Identifikasi Buku

Judul Buku : Habibie & Ainun
Buku : Novel
Penerbit : PT THC Mandiri
Diterbitkan : Jalan. Kemang Selatan No. 98 Jakarta 12560 – Indonesia.
Tahun terbit : November 2010
Penulis : Bacharuddin Jusuf Habibie
Kategori : Biografi
Tebal  Buku : xii + 323 Halaman
Resolusi : 14 cm x 21 cm
Jenis Cover : Soft Cover  
Text Bahasa : Indonesia  



Ringkasan buku
               Dalam buku ini dikisahkan bagaimana Pak Habibie tertarik pada Bu Ainun, kisah pacaran mereka yang singkat dan berujung pada pernikahan. Selanjutnya kita dapat mengetahui episode kisah hidup Pak Habibie (yang tentunya dalam setiap tahapan kehidupannya tak lepas dari peranan Bu Ainun).
               Mulai dari pasangan baru dengan gaji yang pas-pasan di Jerman, namun kesulitan-kesulitan di awal pernikahan mereka membuat mereka bertambah saling memahami.Menghadapi kehidupan yang keras,Bu Ainun tak mengeluh, bahkan senantiasa menyambut Pak Habibie dengan pandangan dan senyuman yang menentramkan. Dan berkali-kali Pak Habibie menyebutkan dalam buku ini bahwa pandangan dan senyuman Bu Ainun senantiasa membuatnya terpukau dan dirindukannya.
               Ketika Pak Habibie mengalami masalah dalam penyelesaian doktoralnya dan merasa kerja kerasnya sia-sia, namun Bu Ainun memberikan motivasi dan saran untuk menyelesaikan masalahnya. Atas saran dari Ibu Ainun inilah, masalahpun dapat terpecahkan. Pak Habibie merasa Bu Ainun adalah ilham untuknya, oleh karena itu anak pertama mereka diberi nama Ilham. Di sini, saya sangat salut sekali dengan kecerdasan Bu Ainun yang memahami persoalan yang menimpa suaminya dan dapat memberikan solusi. Dan apapun yang terjadi Pak Habibie senantiasa mengkonsutasikannya dengan Bu Ainun.

Kelebihan dan Kelemahan
KELEBIHAN BUKU Saat merasa buku ini sangat mencerminkan sang penulis, yaitu Pak Bacharuddin Jusuf Habibie. Mau atau tidak mau, rasa nasionalisme saya tergugah saat membaca buku ini.
KELEMAHAN BUKU Karena buku ini sangat menggambarkan Pak Habibie yang sedang bercerita, kalimat-kalimat dalam paragraf-paragraf yang ada dalam buku ini sering terasa membingungkan dan tidak wajar.

Kesimpulan

Dalam buku ini dikisahkan bagaimana Pak Habibie tertarik pada Bu Ainun, yang berjumlah 323 halaman.

Resensi Film " The 33 "

Identifikasi Film
Judul : The 33
Pengarah : Patricia Riggen
Penerbit : Robert Katz, Edward McGurn, Mike Medavoy
Lakon layar oleh : Mikko Alanne, Craig Borten, Michael Thomas
Cerita oleh : José Rivera
Berdasarkan : Deep Down Dark oleh Héctor Tobar
Dibintangi oleh : Antonio Banderas, Rodrigo Santoro, Juliette Binoche, James Brolin, Lou Diamond Phillips, Mario Casas, Adriana Barraza, Kate del Castillo, Cote de Pablo, Bob Gunton, Gabriel Byrne
Muzik oleh : James Horner
Sinematografi : Checco Varese
Disunting oleh : Michael Tronick
Syarikat-syarikat produksi : Alcon Entertainment, Phoenix Pictures, RatPac-Dune Entertainment
Pengedar : Amerika Syarikat ( Warner Bros. Pictures ), Amerika Selatan ( 20th Century Fox )
Mula ditayangkan : 6 Ogos 2015 (Chile), 13 November 2015 (Amerika Syarikat)
Tempoh tayangan : 127 minit[1]
Negara : Amerika Syarikat, Chile, Colombia
Perbelanjaan : $USD26 juta[2]
Pecah panggung: $24.9 juta[3]

Penggunaan Bahasa
Film The 33 ini menggunakan bahasa inggris disetiap pemutaraan filmnya, jadi film ini bahasanya mudah dimengerti bagai orang umum yang mengerti bahasa ingrris, Tetapi film ini diberi subtittle indonesia jika sedang diputar di negara indonesia. Dalam film ini menggunakan berbagai macam tutur bahasa, ada yang sopan ada juga yang begitu kasar.

Ringkasan Film
Tahun 2010 di negara Chile, terjadi sebuah peristiwa yang menggemparkan dunia. Sebanyak 33 orang pekerja tambang terkubur hidup-hidup di sebuah tambang emas dan tembaga bernama San Jose, sedalam lebih dari 700 meter dari permukaan tanah. Ke-33 orang tersebut harus bertahan sampai upaya penyelamatan dapat dijalankan, hingga akhirnya 69 hari kemudian, mereka semua selamat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Film ini menuturkan detik-detik para penambang memulai pekerjaan mereka, melewati sebuah terowongan ke bawah tanah yang usianya tergolong tua, di sebuah dataran yang sebenarnya tidak stabil. Yang ditakutkan terjadi juga, sebuah kecelakaan membuat akses masuk dan keluar tambang tertutup total, dan mengubur 33 orang penambang di dalamnya. Dengan keterbatasan energi, makanan, serta kesabaran, ke-33 orang ini pun harus berusaha bertahan hidup sampai bantuan datang.

Kelebihan dan Kekurangan Film
Film ini cukup asyik untuk dinikmati bagi anda penggemar kisah-kisah nyata yang inspiratif. Beberapa drama tampak berlebihan layaknya telenovela Meksiko, tapi tahanlah mata dan hati anda demi Rodrigo Santoro yang tampil semaksimal mungkin untuk menyegarkan mata-mata kaum Hawa. Belum lagi mengetahui beberapa fakta, salah satunya bahwa ternyata para penambang ini tidak mendapat kompensasi atas kecelakaan kerja yang mereka alami.
 Kekurangan dari film menurut saya adalah soundtrack yang dipakai hanya itu-itu saja untuk menggambarkan situasi didalam permukaan tanah. Paham sih, bahwa sutradara Patricia Riggen mungkin mau menyeimbangkan atmosfer film dengan situasi depresif di dalam tanah dengan situasi yang lebih hidup di atas tanah. Tapi ya mungkin tidak dengan satu lagu yang sama kemudian diulang di beberapa adegan yang berbeda.

Kesimpulan

Jadi, film The 33 ini merupakn filem Amerika-Chile berbahasa Inggris 2015 yang diarahkan oleh Patricia Riggen dan ditulis oleh Mikko Alanne, Craig Borten, and José Rivera. Filem ini berdasarkan kisah nyata tragedi  2010 Copiapó mining accident, yang dimana 33 orang penambang terkubur di dalam proyek San José mine, chile selama lebih dari 2 bulan. Film ini dibintangi oleh Antonio Bandreas. Film ini cukup asyik untuk dinikmati bagi anda penggemar kisah-kisah nyata yang inspiratif, hanya saja soundtrack yang dipakai hanya itu-itu saja, dan Bahasa yang digunakan cukup baik.