Senin, 19 Maret 2018

Resensi Film " The 33 "

Identifikasi Film
Judul : The 33
Pengarah : Patricia Riggen
Penerbit : Robert Katz, Edward McGurn, Mike Medavoy
Lakon layar oleh : Mikko Alanne, Craig Borten, Michael Thomas
Cerita oleh : José Rivera
Berdasarkan : Deep Down Dark oleh Héctor Tobar
Dibintangi oleh : Antonio Banderas, Rodrigo Santoro, Juliette Binoche, James Brolin, Lou Diamond Phillips, Mario Casas, Adriana Barraza, Kate del Castillo, Cote de Pablo, Bob Gunton, Gabriel Byrne
Muzik oleh : James Horner
Sinematografi : Checco Varese
Disunting oleh : Michael Tronick
Syarikat-syarikat produksi : Alcon Entertainment, Phoenix Pictures, RatPac-Dune Entertainment
Pengedar : Amerika Syarikat ( Warner Bros. Pictures ), Amerika Selatan ( 20th Century Fox )
Mula ditayangkan : 6 Ogos 2015 (Chile), 13 November 2015 (Amerika Syarikat)
Tempoh tayangan : 127 minit[1]
Negara : Amerika Syarikat, Chile, Colombia
Perbelanjaan : $USD26 juta[2]
Pecah panggung: $24.9 juta[3]

Penggunaan Bahasa
Film The 33 ini menggunakan bahasa inggris disetiap pemutaraan filmnya, jadi film ini bahasanya mudah dimengerti bagai orang umum yang mengerti bahasa ingrris, Tetapi film ini diberi subtittle indonesia jika sedang diputar di negara indonesia. Dalam film ini menggunakan berbagai macam tutur bahasa, ada yang sopan ada juga yang begitu kasar.

Ringkasan Film
Tahun 2010 di negara Chile, terjadi sebuah peristiwa yang menggemparkan dunia. Sebanyak 33 orang pekerja tambang terkubur hidup-hidup di sebuah tambang emas dan tembaga bernama San Jose, sedalam lebih dari 700 meter dari permukaan tanah. Ke-33 orang tersebut harus bertahan sampai upaya penyelamatan dapat dijalankan, hingga akhirnya 69 hari kemudian, mereka semua selamat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Film ini menuturkan detik-detik para penambang memulai pekerjaan mereka, melewati sebuah terowongan ke bawah tanah yang usianya tergolong tua, di sebuah dataran yang sebenarnya tidak stabil. Yang ditakutkan terjadi juga, sebuah kecelakaan membuat akses masuk dan keluar tambang tertutup total, dan mengubur 33 orang penambang di dalamnya. Dengan keterbatasan energi, makanan, serta kesabaran, ke-33 orang ini pun harus berusaha bertahan hidup sampai bantuan datang.

Kelebihan dan Kekurangan Film
Film ini cukup asyik untuk dinikmati bagi anda penggemar kisah-kisah nyata yang inspiratif. Beberapa drama tampak berlebihan layaknya telenovela Meksiko, tapi tahanlah mata dan hati anda demi Rodrigo Santoro yang tampil semaksimal mungkin untuk menyegarkan mata-mata kaum Hawa. Belum lagi mengetahui beberapa fakta, salah satunya bahwa ternyata para penambang ini tidak mendapat kompensasi atas kecelakaan kerja yang mereka alami.
 Kekurangan dari film menurut saya adalah soundtrack yang dipakai hanya itu-itu saja untuk menggambarkan situasi didalam permukaan tanah. Paham sih, bahwa sutradara Patricia Riggen mungkin mau menyeimbangkan atmosfer film dengan situasi depresif di dalam tanah dengan situasi yang lebih hidup di atas tanah. Tapi ya mungkin tidak dengan satu lagu yang sama kemudian diulang di beberapa adegan yang berbeda.

Kesimpulan

Jadi, film The 33 ini merupakn filem Amerika-Chile berbahasa Inggris 2015 yang diarahkan oleh Patricia Riggen dan ditulis oleh Mikko Alanne, Craig Borten, and José Rivera. Filem ini berdasarkan kisah nyata tragedi  2010 Copiapó mining accident, yang dimana 33 orang penambang terkubur di dalam proyek San José mine, chile selama lebih dari 2 bulan. Film ini dibintangi oleh Antonio Bandreas. Film ini cukup asyik untuk dinikmati bagi anda penggemar kisah-kisah nyata yang inspiratif, hanya saja soundtrack yang dipakai hanya itu-itu saja, dan Bahasa yang digunakan cukup baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar