Rabu, 18 Maret 2020


1.      Maksud usability dalam IMK

               Usability berasal dari kata usable yang berarti dapat digunakan dengan baik. Usability sendiri lebih tepat dikatagorikan sebagai paradigma dari sebuah aplikasi (baik dari sisi perangkat lunak maupun perangkat keras) yang menggambarkan tingkat kenyamanan pemakaian dari sisi pengguna. Definisi dari usability sendiri menurut ISO (Internasional Standart Organization) adalah efektivitas, efisiensi dan kepuasan dengan yang satu set tertentu pengguna dapat mencapai satu set tugas tertentu di lingkungan tertentu.

2.      Prinsip usability dalam IMK

               prinsip usability pada mata kuliah interaksi manusia dan komputer adalah suatu masalah optimasi penggunaan sistem yang digunakan oleh pengguna. Sistem akan bekerja dengan baik apabila dipergunakan secara maksimal oleh pengguna sehingga semua kemampuan sistem dapat termanfaatkan secara maksimal. Dilihat dari seberapa besar manfaat yang bisa didapatkan dari sistem yang dipakai, apakah sistem tersebut memudahkan atau justru menyulitkan pengguna. Agar dapat mencapai sebuah tingkat usability yang baik bagi para pengguna, dibutuhkan tiga prinsip yaitu :

A.     Learnability
        dimana seorang pengguna pemula dapat mempelajari sistem dan memanfaatkan sistem secara optimal. Di dalam prinsip ini terbagi menjadi empat bagian yaitu : 
1.      Predictability yaitu pengguna mampu menentukan hasil dari sebuah tindakan dalam sistem, contohnya jika terjadi klik tombol simpan maka pengguna dapat menebak bahwa hasil dari tindakan tersebut adalah menyimpan data
2.      Familliarity yaitu pengguna dapat melakukan analogi dalam desain sistem dengan aplikasi sejenis ataupun alat sejenis yang sebelumnya telah diangggap populer.
3.      Generalizability yaitu membuat desain operasi sistem yang juga berlaku sama di aplikasi lain yang sejenis , contohnya operasi edit, cut, copy, paste.
4.      Consistency yaitu konsisten dalam penggunaan berbagai istilah maupun ukuran.

B.     Flexibility
        merupakan sebuah sistem yang dianggap memenuhi usability, diharapkan dapat dioperasikan dengan prosedur yang tidak kaku. Sebuah  sistem yang dianggap memenuhi standar fleksibilitas jika memenuhi konsep sebagai berikut:
1.      Dialogue initiative, yaitu pengguna memiliki kebebasan dalam sebuah kontak dialog, contohnya dalam kotak dialog penyimpanan dokumen, terdapat tombol untuk meneruskan proses dan sekaligus membatalkan.
2.      Multi threading, yaitu pengguna dapat menjalankan aplikasi lain ataupun proses lain disaat sebuah proses lain disaat  proses lain sedang berjalan.
3.      Task Migrability yaitu kemampuan untuk melakukan migrasi, baik berupa data ataupun hasil proses ke aplikasi lain, contohnya hasil sebuah proses dapat diedit di aplikasi word processor.
4.      Substitutivity merupakan sebuah perintah yang dapat diganti dengan padanan lain, contohnya penyediaan shortcut.
5.      Costumizability merupakan desain yang dapat dimodifikasi oleh pengguna secara adaptif atau sesuai dengan tujuan utama masing-masing,  contohnya pengaturan toolbar dan letak icon.

C.     Robustness
        yaitu kehandalan sebuah sistem dalam mencapai tujuan khususnya dari sudut pandang pengguna. Dalam mencapainya dibutuhkan empat criteria diantaranya :
1.       Observability yaitu pengguna dapat melakukan observasi pendahuluan sebelum benar-benar melakukan proses yang sesungguhnya.
2.      Recoverability yaitu kemampuan koreksi dari sistem jika pengguna melakukan kesalahan.
3.      Responsiveness merupakan sistem yang responsive berarti sistem ini mampu menerima tindakan user dengan stabil.
4.      Task conformance yaitu kenyamananan pengguna dalam melakukan pekerjaan yang terdapat dalam sistem yang dianggap handal.

3.      Kemampuan manusia dalam IMK
               Saya mengambil contoh dari makalah yang saya temukan diblogger dengan judul Alarm Pintu dengan Inframerah. Sebuah rangkaian Alarm Pintu dengan Inframerah menggunakan satu Inframerah yang dapat juga digunakan sebagai menangkap suatu objek yaitu,mengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara sehingga dapat disalurkan melalui kabel menuju rangkaian Alarm berikutnya. Rangkaian Alarm Pintu dengan Inframerah menerima sinyal dari benda lain akan mengubah lagi sinyal listrik menjadi sinyal suara.

               Kemampuan baik
-        Dapat mengetahui bila ada seseorang yang masuk.
-        Dapat mengeluarkan suara hingga 25 KHz.
-        Dapat mengeluarkan cahaya.
-        Fleksibel ( dapat diletakan dimana saja ).
               Kemampuan buruk
-        Tidak dapat diatur untuk mendeteksi objek secara spesifik. Contoh alat ini tidak dapat mendetekasi apakah yang mendorong pintu manusia atau angin yang begitu kencang.
-        Suara buzzer tidak dapat diatur besar kecilnya.

4.      Kapasitas manusia dalam perancangan IMK
v  Pengindraan :
-        -      Pengelihatan : alatnya dapat dilihat
-        -      Pendengaran : suara buzzernya dapat didengar
v  Bagaimana proses informasi
-        Pertama-tama yang harus dilakukan adalah hubungkan jack +12V, +5V dan Ground dari rangkaian Alarm Pintu dengan Inframerah ke power supply.
-        Atur posisi potensiometer supaya lampu LED menyala.
-        Kemudian halangi foto dioda dan inframerah dengan menggunakan sesuatu benda sehingga tidak ada sinar inframerah yang mengalir ke foto dioda.
-        Selanjutnya kita perhatikan apakah Buzzer berbunyi atau tidak dan jika berbunyi beep panjang maka LED tidak menyala dan sebaliknya.
-        Tekan switch untuk mematikan bunyi beep.
v  System motor ( memori ) short & long term
-        Long term memori karena kodingan disimpan dalam minsis yang memiliki kapasitas cukup besar.
v  Proses kognitif – masalah & penyelesaiannya (contoh)
·        Masalah
o   Tidak dapat diatur untuk mendeteksi objek secara spesifik. Contoh alat ini tidak dapat mendetekasi apakah yang mendorong pintu manusia atau angin yang begitu kencang.
o   Suara buzzer tidak dapat diatur besar kecilnya.
·        Penyelesainnya
o   Menambahkan sensor objek pada inframerah agar lebih spesifik untuk mendeteksi objek.
o   Menambahkan potensiometer untuk ngatur besar kecilnya suara.

5.      Proses & prinsip UCD ( User centered design ) ( block diagram )


Aktivator
               Aktivator atau Power Supply pada rangkaian Alarm Pintu dengan Infra merah adalah VCC atau sumber tegangan sebesar +12V. Aktivator ini bergfungsi untuk mengaktifkan komponen-komponen pada PCB.

 Blok Input
               Blok input digunakan untuk inputan pada rangkaian yang akan  dialirkan pada blok proses berupa arus listrik dari aktivator. Pada rangkaian ini blok inputannya adalah dioda infra merah dan photodioda.
               Sebelum tegangan masuk ke dioda infra merah, terlebih dahulu tegangan tersebut dihambat oleh resistor. Resistor pada rangkaian berfungsi untuk menghambat arus listrik yang masuk, sehingga arus listrik yang diberikan tidak akan besar yang menyebabkan komponen yang akan dilalui setelahnya mengalami kerusakan.
               Sensor infra merah yang digunakan untuk mendeteksi gerak. Dan photodioda diletakkan pada posisi reverse bias untuk mendeteksi intensitas cahaya yang diberikan oleh infra merah.

Blok Proses
               Blok proses adalah tempat terjadinya pemrosesan pada rangkaian yang telah dimasukkan melalui blok input, dari sinilah akan keluar hasil pada blok output rangkaian. Blok proses pada rangkaian Alarm Pintu Dengan Infra merah adalah IC LM741, Potensiometer, Transistor NPN, dan Relay.
               Pada IC LM741 ini terdapat dua pin input, dua pin power supply, satu pin output, satu pin NC (No Connection), dan dua pin offset null. Pin offset null memungkinkan kita untuk melakukan sedikit pengaturan terhadap arus internal di dalam IC untuk memaksa tegangan output menjadi nol ketika kedua input bernilai nol.
               Transistor NPN dalam kondisi terbuka karena kaki basis tidak terdapat tegangan sehingga arus tidak dapat mengalir dari kaki colector ke emitor. Pada kondisi lain yaitu ada tegangan pada basis maka saklar berubah menjadi ON sehingga arus dari colector dapat mengalir ke emitor. Begitu kaki basis dialiri tegangan maka arus dari kaki colector akan mengalir ke emitor. Ini berlaku apabila ada tegangan antara kaki Colector dan emitor.
               Relay kaki 5 cara kerjanya adalah apabila kita memberi tegangan pada kaki 1 dan kaki ground pada kaki 2 relay maka secara otomatis posisi kaki CO (Change Over) pada relay akan berpindah dari kaki NC (Normally close) ke kaki NO (Normally Open).

Blok Output
               Blok Output adalah blok yang menghasilkan keluaran dari blok proses sebelumnya. blok output pada rangkaian ini adalah LED Hijau, LED Merah, dan Buzzer. Arus listrik pada blok proses akan mengalir pada D3 sebagai LED Hijau dan D4 sebagai LED Merah. Pada saat arus mengalir ke D3 arus pun akan mengalir ke resistor R6 dan R7 dengan nilai resistor yang sama yaitu 220 ohm. Ketika arus dari blok proses mengalir pada D4 maka buzzer pun akan mengeluarkan bunyi.
               LED hijau akan menyala jika tidak ada arus yang mengalir. Sedangkan LED Merah akan membunyikan buzzer ketika arus mengalir melewati kaki NC (Normally Close) pada relay. Buzzer digunakan untuk memberikan suara pada alat ini jika terdeteksi gerakan yang mencurigakan

6.      Sumber