1.
Maksud usability dalam IMK
Usability
berasal dari kata usable yang berarti dapat digunakan dengan baik. Usability
sendiri lebih tepat dikatagorikan sebagai paradigma dari sebuah aplikasi (baik
dari sisi perangkat lunak maupun perangkat keras) yang menggambarkan tingkat
kenyamanan pemakaian dari sisi pengguna. Definisi dari usability sendiri
menurut ISO (Internasional Standart Organization) adalah efektivitas, efisiensi
dan kepuasan dengan yang satu set tertentu pengguna dapat mencapai satu set tugas
tertentu di lingkungan tertentu.
2.
Prinsip usability dalam IMK
prinsip
usability pada mata kuliah interaksi manusia dan komputer adalah suatu masalah
optimasi penggunaan sistem yang digunakan oleh pengguna. Sistem akan bekerja
dengan baik apabila dipergunakan secara maksimal oleh pengguna sehingga semua
kemampuan sistem dapat termanfaatkan secara maksimal. Dilihat dari seberapa
besar manfaat yang bisa didapatkan dari sistem yang dipakai, apakah sistem
tersebut memudahkan atau justru menyulitkan pengguna. Agar dapat mencapai
sebuah tingkat usability yang baik bagi para pengguna, dibutuhkan tiga prinsip
yaitu :
A. Learnability
dimana seorang pengguna
pemula dapat mempelajari sistem dan memanfaatkan sistem secara optimal. Di
dalam prinsip ini terbagi menjadi empat bagian yaitu :
1.
Predictability yaitu pengguna mampu menentukan
hasil dari sebuah tindakan dalam sistem, contohnya jika terjadi klik tombol
simpan maka pengguna dapat menebak bahwa hasil dari tindakan tersebut adalah
menyimpan data
2.
Familliarity yaitu pengguna dapat melakukan
analogi dalam desain sistem dengan aplikasi sejenis ataupun alat sejenis yang
sebelumnya telah diangggap populer.
3.
Generalizability yaitu membuat desain operasi sistem
yang juga berlaku sama di aplikasi lain yang sejenis , contohnya operasi edit,
cut, copy, paste.
4.
Consistency yaitu konsisten dalam penggunaan
berbagai istilah maupun ukuran.
B. Flexibility
merupakan sebuah sistem
yang dianggap memenuhi usability, diharapkan dapat dioperasikan dengan prosedur
yang tidak kaku. Sebuah sistem yang
dianggap memenuhi standar fleksibilitas jika memenuhi konsep sebagai berikut:
1.
Dialogue initiative, yaitu pengguna memiliki kebebasan
dalam sebuah kontak dialog, contohnya dalam kotak dialog penyimpanan dokumen,
terdapat tombol untuk meneruskan proses dan sekaligus membatalkan.
2.
Multi threading, yaitu pengguna dapat menjalankan
aplikasi lain ataupun proses lain disaat sebuah proses lain disaat proses lain sedang berjalan.
3.
Task Migrability yaitu kemampuan untuk melakukan
migrasi, baik berupa data ataupun hasil proses ke aplikasi lain, contohnya
hasil sebuah proses dapat diedit di aplikasi word processor.
4.
Substitutivity merupakan sebuah perintah yang
dapat diganti dengan padanan lain, contohnya penyediaan shortcut.
5.
Costumizability merupakan desain yang dapat
dimodifikasi oleh pengguna secara adaptif atau sesuai dengan tujuan utama
masing-masing, contohnya pengaturan
toolbar dan letak icon.
C. Robustness
yaitu kehandalan sebuah
sistem dalam mencapai tujuan khususnya dari sudut pandang pengguna. Dalam
mencapainya dibutuhkan empat criteria diantaranya :
1.
Observability
yaitu pengguna dapat melakukan observasi pendahuluan sebelum benar-benar
melakukan proses yang sesungguhnya.
2.
Recoverability yaitu kemampuan koreksi dari sistem
jika pengguna melakukan kesalahan.
3.
Responsiveness merupakan sistem yang responsive
berarti sistem ini mampu menerima tindakan user dengan stabil.
4.
Task conformance yaitu kenyamananan pengguna dalam
melakukan pekerjaan yang terdapat dalam sistem yang dianggap handal.
3. Kemampuan manusia dalam IMK
Saya
mengambil contoh dari makalah yang saya temukan diblogger dengan judul Alarm Pintu dengan Inframerah. Sebuah
rangkaian Alarm Pintu dengan Inframerah menggunakan satu Inframerah yang dapat
juga digunakan sebagai menangkap suatu objek yaitu,mengubah sinyal listrik
menjadi sinyal suara sehingga dapat disalurkan melalui kabel menuju rangkaian
Alarm berikutnya. Rangkaian Alarm Pintu dengan Inframerah menerima sinyal dari
benda lain akan mengubah lagi sinyal listrik menjadi sinyal suara.
Kemampuan baik
-
Dapat
mengetahui bila ada seseorang yang masuk.
-
Dapat
mengeluarkan suara hingga 25 KHz.
-
Dapat
mengeluarkan cahaya.
-
Fleksibel
( dapat diletakan dimana saja ).
Kemampuan buruk
-
Tidak
dapat diatur untuk mendeteksi objek secara spesifik. Contoh alat ini tidak dapat
mendetekasi apakah yang mendorong pintu manusia atau angin yang begitu kencang.
-
Suara
buzzer tidak dapat diatur besar kecilnya.
4. Kapasitas manusia dalam perancangan IMK
v Pengindraan :
-
-
Pengelihatan : alatnya dapat dilihat
-
- Pendengaran : suara buzzernya dapat
didengar
v
Bagaimana
proses informasi
-
Pertama-tama
yang harus dilakukan adalah hubungkan jack +12V, +5V dan Ground dari rangkaian
Alarm Pintu dengan Inframerah ke power supply.
-
Atur
posisi potensiometer supaya lampu LED menyala.
-
Kemudian
halangi foto dioda dan inframerah dengan menggunakan sesuatu benda sehingga
tidak ada sinar inframerah yang mengalir ke foto dioda.
-
Selanjutnya
kita perhatikan apakah Buzzer berbunyi atau tidak dan jika berbunyi beep
panjang maka LED tidak menyala dan sebaliknya.
-
Tekan
switch untuk mematikan bunyi beep.
v
System
motor ( memori ) short & long term
-
Long
term memori karena kodingan disimpan dalam minsis yang memiliki kapasitas cukup
besar.
v
Proses
kognitif – masalah & penyelesaiannya (contoh)
·
Masalah
o
Tidak
dapat diatur untuk mendeteksi objek secara spesifik. Contoh alat ini tidak
dapat mendetekasi apakah yang mendorong pintu manusia atau angin yang begitu
kencang.
o
Suara
buzzer tidak dapat diatur besar kecilnya.
·
Penyelesainnya
o
Menambahkan
sensor objek pada inframerah agar lebih spesifik untuk mendeteksi objek.
o
Menambahkan
potensiometer untuk ngatur besar kecilnya suara.
5. Proses & prinsip UCD ( User centered design ) ( block diagram )
Aktivator
Aktivator
atau Power Supply pada rangkaian Alarm Pintu dengan Infra merah adalah VCC atau
sumber tegangan sebesar +12V. Aktivator ini bergfungsi untuk mengaktifkan
komponen-komponen pada PCB.
Blok Input
Blok
input digunakan untuk inputan pada rangkaian yang akan dialirkan pada blok proses berupa arus listrik
dari aktivator. Pada rangkaian ini blok inputannya adalah dioda infra merah dan
photodioda.
Sebelum
tegangan masuk ke dioda infra merah, terlebih dahulu tegangan tersebut dihambat
oleh resistor. Resistor pada rangkaian berfungsi untuk menghambat arus listrik
yang masuk, sehingga arus listrik yang diberikan tidak akan besar yang
menyebabkan komponen yang akan dilalui setelahnya mengalami kerusakan.
Sensor
infra merah yang digunakan untuk mendeteksi gerak. Dan photodioda diletakkan
pada posisi reverse bias untuk mendeteksi intensitas cahaya yang diberikan oleh
infra merah.
Blok Proses
Blok
proses adalah tempat terjadinya pemrosesan pada rangkaian yang telah dimasukkan
melalui blok input, dari sinilah akan keluar hasil pada blok output rangkaian.
Blok proses pada rangkaian Alarm Pintu Dengan Infra merah adalah IC LM741,
Potensiometer, Transistor NPN, dan Relay.
Pada
IC LM741 ini terdapat dua pin input, dua pin power supply, satu pin output,
satu pin NC (No Connection), dan dua pin offset null. Pin offset null
memungkinkan kita untuk melakukan sedikit pengaturan terhadap arus internal di
dalam IC untuk memaksa tegangan output menjadi nol ketika kedua input bernilai
nol.
Transistor
NPN dalam kondisi terbuka karena kaki basis tidak terdapat tegangan sehingga
arus tidak dapat mengalir dari kaki colector ke emitor. Pada kondisi lain yaitu
ada tegangan pada basis maka saklar berubah menjadi ON sehingga arus dari
colector dapat mengalir ke emitor. Begitu kaki basis dialiri tegangan maka arus
dari kaki colector akan mengalir ke emitor. Ini berlaku apabila ada tegangan
antara kaki Colector dan emitor.
Relay
kaki 5 cara kerjanya adalah apabila kita memberi tegangan pada kaki 1 dan kaki
ground pada kaki 2 relay maka secara otomatis posisi kaki CO (Change Over) pada
relay akan berpindah dari kaki NC (Normally close) ke kaki NO (Normally Open).
Blok Output
Blok
Output adalah blok yang menghasilkan keluaran dari blok proses sebelumnya. blok
output pada rangkaian ini adalah LED Hijau, LED Merah, dan Buzzer. Arus listrik
pada blok proses akan mengalir pada D3 sebagai LED Hijau dan D4 sebagai LED
Merah. Pada saat arus mengalir ke D3 arus pun akan mengalir ke resistor R6 dan
R7 dengan nilai resistor yang sama yaitu 220 ohm. Ketika arus dari blok proses
mengalir pada D4 maka buzzer pun akan mengeluarkan bunyi.
LED
hijau akan menyala jika tidak ada arus yang mengalir. Sedangkan LED Merah akan
membunyikan buzzer ketika arus mengalir melewati kaki NC (Normally Close) pada
relay. Buzzer digunakan untuk memberikan suara pada alat ini jika terdeteksi
gerakan yang mencurigakan
6. Sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar